Showing posts with label peminjambuku. Show all posts
Showing posts with label peminjambuku. Show all posts

Friday, October 22, 2010

SOP Peminjam Buku

Seperti benda kesayangan, seperti sesuatu yang didapat dengan penuh perjuangan, maka seperti itulah perlakukan buku ini. Bukan semata karena saya teramat mencintai buku-buku saya, atau sejumput materi yg harus saya keluarkan untuk mendapatkannya. Bukan! Bukan hanya itu. Tapi demi tersampaikannya pesan itu, demi semakin tersebarnya kebaikan yang ada dalam buku ini, dan juga demi semakin meluasnya penyebaran pengetahuan dalam kalimat-kalimat hidup ini . Dan itu, hanya bisa terjadi, saat buku ini terawat dengan baik, saat buku ini tersimpan dengan layak. Jadi, mohon sekiranya untuk tidak melipat halaman dalam buku ini. Itu amat buruk efeknya. InsyaAllah saya telah menyediakan sebuah pembatas buku dalam tiap buku saya (dan sekali lagi tolong jangan dihilangkan). Juga, mohon untuk tidak membaca sambil makan (apalagi makanan berair atau berminyak), atau sambil tiduran (yang memungkinkan anda tertidur dan menggencet buku ini). Anda mungkin lebih mengerti apa akibatnya. Dan, juga yang tak kalah pentingnya, mohon untuk tidak menggulung (terlalu keras) ke belakang satu sisi buku saat Anda membaca . Gunakan saja dua tangan untuk memegang dua sisi buku itu (cara inilah yang paling baik). Atau, kalau itu kurang membuat nyaman anda saat membacanya, maka peganglah bagian tengahnya saja saat membacanya. Dan satu tangan andapun bebas untuk melakukan hal lain.

Maka, pada akhirnya kembalikanlah buku ini tepat pada waktunya (biasanya waktu yang saya berikan maksimal satu minggu). Bukan (hanya) karena saya tak percaya pada Anda, tapi adalah sudah menjadi kebiasaan  manusia untuk terlupa, lalai, dan kadang ceroboh. Maka, sebelum hal-hal yang tidak diinginkan menimpa buku ini, kembalikanlah! Karena jika tidak, bersiap-siaplah untuk menerima terror SMS dari saya. Dengan isi yang hampir seragam : ini sudah seminggu lebih, mohon untuk segera mengembalikan buku saya.

Selamat membaca!

Salam

iqb@l

 

 Tulisan tercetak miring di atas adalah tulisan yang saya print dalam sebuah kertas untuk kemudian saya fotokopi banyak-banyak. Digunting untuk merapikan bagian-bagian tak penting, unutuk selanjutnya ditempel pada halaman terakhir buku-buku yang saya miliki. Tapi, itu dulu.

Dulu yang saya maksud adalah masa kuliah. Tak banyak buku yang saya miliki kala  itu, tapi yang sedikit itulah yang begitu saya jaga betul. Saya termasuk orang yang cerewet dalam meminjamkan buku. Berpesan banyak hal. Jangan begini, jangan begitu. Mulanya saya sampaikan saja. Satu persatu. Hingga saya sadari itu tak terlalu efektif sebab banyak juga yang  iya iya saat dikasih tahu tapi nyatanya nggak nggak saat mengembalikan. Buku saya lecek juga. Maka muncullah ide itu; menempelkan SOP di halaman terakhir buku. Pemikiran saya sedehana saja, saat ia membaca buku itu, sedikit banyak ia akan membaca tulisan kecil itu. Jika saya tak terlalu bisa berdramatisasi dalam ucapan langsung, maka setidaknya saya bisa menyampaikan pentingnya menjaga buku itu dalam sebuah kalimat-kalimat yang lebih menghunjam dalam kertas kecil itu.

Dan sedikit banyak itu cukup berhasil. Beberapa teman jadi terlihat hati-hati dalam memperlakukan buku itu. Tidak ngasal. Lebih bertanggungjawab.

Hanya saja, kebiasaan menempel kertas kecil dalam buku itu cuma bertahan sampai masa kuliah saja. Setelah bekerja yang justru lebih banyak buku yang saya beli, hilang sempurna kegiatan itu. Dengan menyampulinya saja sudah merasa cukup. Entah kenapa penyebabnya, apa karena sudah jarang yang meminjam buku saya di tempat baru ini, atau karena tak banyak lagi waktu untuk 'main-main' seperti itu, atau karena saya sudah menaruh percaya apada peminjam-peminjam buku di sini. Atau, karena tiap buku yang saya beli setelah bekerja tak melalui pertarungan yang dasyat seperti halnya ketika masih mahasiwa. Yang sedikit banyak masih berpikir tujuh kali untuk memutuskan membawa buku ke kasir. Memikirkan tentang jatah uang makan yang disunat habis-habisan bila memutuskan untuk membeli buku. Hingga setiap buku yang dibeli kala itu punya kesan mendalam hingga begitu mencintainya.

Ah, semoga bukan hanya alasan yang terakhir saja yang berlaku.