Monday, February 11, 2008

Keajaiban Memberi

    Kemarin, sekitar jam sepuluh, saat saya berangkat kuliah numpang teman kos yang bawa motor, saat saya melihat sebuah pengumuman donor darah serta menggumamkan keinginan saya untuk ikut, teman saya itu tiba-tiba nyeletuk bertanya : apa sih enaknya ikut donor darah?
    Saya terdiam. Berpikir sejenak. Memang benar sih, apa enaknya donor darah, apa untungnya. Malah kita mungkin yang berkurang darahnya. Dan setelah beberapa jenak lalu saya cuma bisa menjawab singkat : keajaiban memberi.
    Siapapun boleh saja tidak sepakat dengan jawaban saya itu, tapi itulah yang ada di pikiran saya saat itu. Saya tak tahu bagaimana lagi menjelaskannya. Pikir saya saat itu, teman saya itu akan bisa menjawab sendiri pertanyaannya saat ia merasakan sendiri keajaiban memberi tadi. Saat kedamain itu melingkupi. Senang yang gagal terbahasakan. Kebahagian tak terungkapkan. Sesuatu yang tak bisa diganti dengan hal lain. Maka memberi kadang tak perlu alasan yang rasional.
    Sekedar menambahkan : kata seorang teman sih, kedamaian itu tak perlu dicari, kedamaian itu ada pada diri kita sendiri, saat kita mencoba untuk berhenti berlari, menarik nafas, mulai menoleh sekeliling, memperhatikan sekitar, dan saat anda mulai memberi. itulah kebahagiaan sejati.


*sebagian terinspirasi setelah nonton oprah show dengan bintang tamu Bill Clinton

No comments: