Wednesday, August 3, 2011

bookaholic; Juli 2011

Bulan Juli adalah bulan buku. Tapi sayangnya bukan tentang buku yang saya baca. Bulan juli, adalah bulan dimana akhirnya saya menginjakkan kaki di salah satu dari dua bookfair besar di Ibukota, Pesta Buku Jakarta. Artinya, ada buku-buku baru yang dibeli. Artinya, ada buku-buku menarik yang  menggoda untuk segera dibaca. Artinya...

Tapi godaan selama di Jawa, hari dimana saya lumayan sering menghabiskan Juli, tentu saja adalah internet. Kala Telkomflash yang biasanya lola saat berada di perantauan tiba-tiba menjadi lancar jaya saat di jawa, itu adalah tantangan sendiri. Bagaimana mendisiplinkan diri terhadap waktu yang biasanya dimanfaatkan untuk membaca, sebenarnya, adalah persoalan klasik kala internet  telah memanggil-manggil untuk mengajak ngeblog atau chating.

Tapi setidaknya saya masih mmenuhi standar bulan-bulan lalu. Iya, betul. Lima buku memang. Persis dengan bulan-bulan lalu. Meski untuk mencapai angka lima ini, butuh kerja keras di akhir-akhir bulan.

  • Jatuh dari Cinta. Sebuah kumcer karangan Benny Arnas. Ini, adalah buku pertama yang saya baca dari penjelajahan saya mengitari Pesta Buku Jakarta. Entahlah. Saat itu sepertinya saya sedang ngidam membaca cerpen. Rasanya sudah lama sekali sejak kali terakhir saya membaca cerpen dengan serius. ‘Anak Arloji’ karangan KeF pun belum berhasil saya selesaikan. Dan untuk kali ini, Benny Arnas berhasil membuat saya menamatkan buku ini. Terlepas dari cerpen-cerpennya yang memang bukan jenis cerpen yang ringan, saya menyukai buku ini, meski tak terlalu. Sepertinya, banyak diksi-diksi baru yang segar saya peroleh di buku ini. Juga cara bertutur, juga cara menyusun kalimat. Jatuh dari cinta, ah, sepertinya sakit juga. Entahlah!
  • Pengantin Subuh. Benar! Lagi-lagi memang kumcer. Termasuk kategori hebat saat saya membaca kumcer berturut-turut sepert ini. Tapi memang, Zelfeni Wimra, penulis buku ini, berhasil memikat saya bahkan hanya dari tulisan di kovernya saja; “Din, aku ingin jadi pengantinmu/ Sebelum subuh diadzankan/ Dan aroma embun ladang tembakau/ menyentak ubun-ubun”. Lokalitas yang begitu menonjol, seperti halnya pada ‘jatuh dari cinta’, adalah satu point yang memang kerap membuat saya tertarik membaca sebuah karya. Buku ini pula yang cukup besar pengaruhnya dalam salah satu postingan saya yang berjudul ‘kepada abang’.
  • Garis Batas. Boleh jadi, buku setebal 500 halaman ini adalah buku saya yang paling membutuhkan banyak tempat untuk bisa menyelesaikannya. Dimulai dibaca di Bontang, dilanjutkan dibaca di pesawat dalam penerbangan ke jakarta, lalu disambi membacanya sembari ngantri wahana di dufan, pada akhirnya buku ini ditamatkan di kampung halaman, Pasuruan. Masih sama dengan buku seblumnya, Selimut Debu, saya dibuat jatuh cita dengan buku ini bahkan sejak lembar pertama. Cara Agustinus Wibowo mengemas buku ini sanggup mengajak pikiran saya berpetualang bersama ‘kegilaannya’ menembus negeri-negeri berakhiran stan yang jujur saja, selama ini, saya miskin pengetahuan tentangnya.
  • Wandu. Buku lama Tasaro yang berhasil saya temukan pas acara Pesta buku Jakarta lalu. Cukup senang kala menemukan buku ini masih menumpuk di stand zikrul hakim. Tambah senang ketika akhirnya buku kecil ini mendapat tanda tangan si penulis. Ya, berbeda dengan pembaca buku Tasaro lain yang ngantri menandatangankan buku-buku macam Nibiru, atau Trilogi Muhammad, atau Galaksi Kinanti, saya justru duduk ngantri tanda tangan Tasaro untuk buku kecil tipis ini. DI acara Pesta Buku Jakarta juga lokasi penandatanganan itu. Saat itu saya memang menyengaja mengikuti talkshow di panggung utama yang memang menghadirkan Tasaro (cerita tentang acaranya ada pada postingan ini)
  • Surga di Telapak Kaki Ayah. Awalnya, saya berharap mendapatkan buku ini secara gratisan dari penulisnya, Sari Yulianti. Awalnya, saya tak ingin beli saja buku ini. Toh, sepertinya isi buku ini sepertinya sudah banyak yang saya baca di blognya. Tapi awal-awalnya itu menjadi bubrah semua saat saya ditodong langsung untuk membeli oleh si penulis di acara kopdar MPID 23 Juli yang lalu. Maka sebagai kontak yang baik, akhirnya terjadilah tawar menawar harga itu, hingga berhenti di angka 22ribu. Kemudian, anda ingin tahu kesimpualnnya setelah saya membaca buku ini? :“Ai, kayake gue rugi, deh, beli buku ini. Kayake hampir semua sudah gue baca di blog lo!” (ha ha... sejak kapan saya pakai ‘lo gue’)

Oke. Itu saja lima buku yang berhasil saya selesaikan bulan Juli lalu. Nominal yang agaknya bakalan turun untuk bulan agustus ini. Sebab, sampai taggal segini, saya bahkan belum membaca buku apa pun. Untuk ‘sedang’ saja belum. Bulan Ramadhan benar-benar mengubah ritme membaca saya. Tapi tak apalah, asal kebaikan yang lain bisa tercipta.

62 comments:

Lailatul Qadr said...

pertamax.. ^__^

iqbal latif said...

9300 di Bontang

Lailatul Qadr said...

8700 di Semarang....

iqbal latif said...

selisihnya 600 berarti ;D

Lailatul Qadr said...

buat mas Iqbal itu cuma seujung kuku...
btw, pinjam bukunya...

Lalu Abdul Fatah said...

Surga di Telapak Kaki Ayah, emangnya ditulis siapa, Mas?

antung apriana said...

Wandu agak mengecewakan.rahasianya ga terungkap..

HendraWibawa WangsaWidjaja said...

masih sama dengan rekor bulan-bulan sebelumnya ... he he he ...

Ira Mh Ira Marby Iramarby said...

sy trmasuk pnggemar kisah2 beraroma budaya lokal:-)
jd trmotivasi nih, kuantitas waktu mmbaca sy smakin brkurang, seiring pnurunan kualitas :(
hosh! fight!

akuAi Semangka said...

hahaha... Nggak cocok, om, ngomong pake bahasa gue-lo kalo masih terselip kata 'kayake' haha.. (aduh, ga brenti ketawa inih!). Terima kasih telah (terpaksa) membeli bukuku. Nggak akan rugi lah... Kan bisa dapet tanda tangan penulisnya langsung. Haha...

Eh, kayaknya aku kalah lagi. Tapi lihat saja, bulan Agt ini aku yg akan menang! ^o^

Diah Pitaloka said...

Hahahah,kasian Ai.

Jadi pengen baca pengantin subuh,bagus kaya'nyah *btw Din itu sape?Udin?Hahah*.

ukhti hazimah said...

Pengantin Subuh emang kueren! Garis Batas baru akan dibaca, hasil pinjaman

anas isnaeni said...

dan saya pun bulan juli kemaren tak menghabiskan satu buku apa pun...

duh stres dah ~_~

iqbal latif said...

ah, nggak gitu lah mbak...

terlihat kecil karena biaya hidup di sini yg mungkin lebih besar

iqbal latif said...

itu sdh tak kasih link, fatah,,,

kontak kan?

iqbal latif said...

iya, mungkin pengalaman pribadi juga itu....


sy merasa itu memang cerita hidupnya tasaro

fauziyyah arimi said...

mau baca pengantin subuh >,

iqbal latif said...

he he.. Bang hendra pembaca setia bookaholic kayake :p

iqbal latif said...

berarti pengantin subuh cocok... Minangkabaunya kental....

brapa buku bulan kemarin?

iqbal latif said...

nah, campuran itu lah justru uniknya..ha ha

kayake itu bukan tanda tangan..kayak gamabra bulatan saja.... Berarti kalau aku nerbitn buku harus beli :)

iqbal latif said...

kenapa kasihan, di?

iya, boleh tuh dibaca... Ada yg berat, sih.. Din itu nama orang. laki2...

iqbal latif said...

he he..iya...

Garis Batas juga bagus... jadi tahu juga tentang islam di sana,.... Miris

iqbal latif said...

wah, ayo semangat, nas!

iqbal latif said...

kayake sulit mendapatkannya sudah... Saya dapate 10ribu saja di stand murmer

akuAi Semangka said...

itu semangka tau! -_-'

nanti maunya tukeran sama bukuku yg lain saja. Haha.. *gakmaurugi.com

iqbal latif said...

La, tanda tangane yg mana?
G imbang lah kalo tukeran sm bukumu :p

akuAi Semangka said...

ish!

Tanda tangannya itu yg berwarna merah. Hoho.. *bukan tanda tangan sebenarnya sih :D

iqbal latif said...

Ya ya. Eh, kalau penulis baru it memang bgtu, ya? Masak halaman pertamanya ditlisin semua gt kayak album lepas kenang SMA saja :p

sefano fafa said...

banyak juga

iqbal latif said...

Dikit! hehe

Ar Rifa'ah said...

uhuk..uhuk..ada yg pada mau tukeran buku nih! :p
*melirik ke proyek yg tdk t'lirik..
Duh..mbak n mas iniih.. ~_~

akuAi Semangka said...

haha.. Ga tau juga. Tapi pesan2 itu special buat teman2 yg membeli karya perdanaku. Kalo nanti aku udah terkenal kan bakal susah utk minta pesan2 tambahan selain tanda tangan. :P

@megalotus: habisnya ada yg pergi duluan sih... *yuk yuk balik lagi, apa ganti tema sekalian? Haha.

iqbal latif said...

Huachim

*efek rifa batuk2

iqbal latif said...

Huachim

*efek rifa batuk2

akuAi Semangka said...

haha.. Ga tau juga. Tapi pesan2 itu special buat teman2 yg membeli karya perdanaku. Kalo nanti aku udah terkenal kan bakal susah utk minta pesan2 tambahan selain tanda tangan. :P

@megalotus: habisnya ada yg pergi duluan sih... *yuk yuk balik lagi, apa ganti tema sekalian? Haha.

aisha chan said...

aku baru baca buku terakhir,tapi itu juga ketinggalan di kontrakan,,belum selese --'

tapi iyayaa,,buku2 yang aku baca beda ama buku2 yang ka iqbal baca

iqbal latif said...

@ai.. Jd pengen ngeksis d buku sndiri gt? :p
@aish...memang bcaan aish yg bgaimana? Tjemahan ya? Atau komik?

aisha chan said...

--'
iya sih komik iya

gatau, aku lebih suka terjemahan. sekarang malah lagi suka novel2 klasik luar *ex.wuthering heights*

iqbal latif said...

Bc 'metropolis', deh, aish! Karya orang indo. Tp bgz. Thriller gt lah...

aisha chan said...

hoho
bener ni? tapi di goodreads aku cek ratingnya si bagus

HayaNajma SPS said...

hehe, masih jauh lebih bagus lah, daripada yang engga baca apa-apa :D

aya comel said...

tampilin kovernya :D

iqbal latif said...

@aish..iya bener. Tp gtw, masih ada apa g d tobuk
@ber2...kayak dirimu, ya? :D

desti . said...

pak iqbal, aselinya pake kacamata nggak? :D

iqbal latif said...

Eeh? Maksudnya. G, kok, des. Normal saja. Meski pas medcek terdteksi sdkt, tp katany it wajar2 sj

aisha chan said...

--'

desti . said...

soalny kutubuku identik dengan kacamata ^^V

iqbal latif said...

cari sendiri! :)

iqbal latif said...

a ha..

asal cara membacanya baik saja..
saya sebenare bukan tipe yg kuat membaca.. tak bisa berlamalama.. hanya kerap saja

rifi zahra said...

Pengen baca Benny Arnas deh...

iqbal latif said...

Jangan mbaca benny arnas! Bc bukunya sj..

Lumayan br bukunya it, fi.

Ar Rifa'ah said...

bikin buku sendiri jg,ah.. *nanti mbak-mas ini wajib beli :p

samsiah iah said...

buatku, lima buku dan dibaca tuntas itu udah banyak... :)
*inget buku tipis yg gak kelar2 dibaca..hiks*

desi puspitasari said...

durung nana sik macaaa... aku kirimi po'o

rifi zahra said...

Nyari di mana ya, mas? Iya, pengen baca bukunya :)

iqbal latif said...

tak beli, kok, frif... Jangan khawatir lah!

iqbal latif said...

hoho... Gpp... Asalkna buku yg setebal 30 juz itu lancar tertuntaskan :)

iqbal latif said...

lagi pengen moco buku opo, teh?

iqbal latif said...

mmmm...palingan di tobuk juga ada, fi.. Buku baru kok... Mei apa, ya, bulan terbitnya....

desi puspitasari said...

emm.. aku pengin punya dan baca kumpulan cerpen Kompas dari tahun ke tahun.

dan kumpulan cerpen Lukisan Kaligrafi-nya Mustofa Bisri untuk dirimu.

Ar Rifa'ah said...

Mantapnyooo...buku belum jadi, sudah ada yang mau beli... *saya rasa, ini awal yang baik! ehem.. :p

samsiah iah said...

kalo yg itu, insya Allah akan dituntaskan :)