Monday, August 23, 2010

(FF Ramadhan) Sepotong Tongkol Tujuh Ribu

Aku telah sampai di ujungnya kala yang ingin kubeli tak semuanya telah terbeli. Tadi, ada beberapa yang menarik perhatianku tapi tak juga menggerakkanku untuk mengambil dan kemudian membayarnya. Kini, tak mungkin kuulangi menyusuri gang sempit penuh manusia itu untuk melengkapi pembelianku.

Orang-orang kian berdatangan, kebanyakan sepertiku, pulang kerja dan memutuskan mampir sebentar mencari makanan berbuka. Di pasar kaget ramadhan ini. Di sebuah lorong sempit yang sepanjang sisinya disesaki meja-meja penuh aneka makanan khas berbuka.

Aku telah mendapatkan sayur, juga minuman manis berbuka, tapi belum juga kutenteng keresek berisi lauk berbuka itu. Aku tak membeli nasi sebab berencana  memasaknya sendiri.

Telah sampai di ujung keramaian ini, aku sama sekali tak berniat memutar lagi. Malas untuk kembali berjubelan dengan orang-orang yang juga sama sibuknya mencari makanan berbuka. Maka aku terpaksa menatap lapak dekatku yang sepi dari pembeli itu. Menu yang ditawarkan cukup menggoda tapi entah mengapa tak banyak yang tertarik menghampirinya.

“Yang tongkol ini berapa, Bu?”

Ibu itu menatapku. Beberap detik, seolah memastikan dengan pembeli macam apa ia berhadapan. Mulutnya terlihat bergerak untuk menyebutkan angka tapi tak jua angka itu keluar. Semacam ada keraguan. Hingga, “tujuh ribu pak”

Aku menarik napas. Tak tahu harus bagaimana. Aku tahu ibu itu telah berjuang antara menyebut angka yang memang seharusnya atau angka penyesuaian demi melihat seragam yang aku pakai. Aku yakin harganya tak naik. Kemarin, aku menanyakannya, masih enam ribu.

Sekali lagi aku menarik napas. Memandang ibu itu. Menimbang. Lalu memutuskan mengeluarkan lembaran tujuh ribu. “Satu saja, Bu”

 *****

Dibuat dalam rangka terprovokasi untuk mengikuti lomba yang diadakan mbak Intan di sini

38 comments:

Siska Rostika said...

Tongkol diapain tuh mas?

Koko Nata said...

Pake seragam apa?

iqbal latif said...

bumbu merah, mb!! Kalo di rumah dulu sih nyebutnya bumbu bali..

iqbal latif said...

kan pulang kerja, jadi seragam kerja..he he

antung apriana said...

yang sering dimakan di kantor kayaknya :D

Vina Revi said...

Kalo dihargai 5ribu, mau beli dua? :p

iqbal latif said...

dimakan di kantor?? apa??

iqbal latif said...

nggak juga..wong dimakan sendiri.. he he

HayaNajma SPS said...

di sini 5ribu kayaknya hehe

iqbal latif said...

@berry89...ukurannya mungkin yang beda

antung apriana said...

iya menu makan siang kalo lagi ga puasa :)

haitami bin masrani said...

Wih,

tongkol kesukaan saya Mas,

Disini kalo gak salah 20 - 25 Perkilonya..

*Hm, pas gak ya comment saya dengan tulisan ini :D

iqbal latif said...

di sini dimana tuh mas??? camp atau??

haitami bin masrani said...

di kamp laaaaaah....

tanah para pekerja :P

Siska Rostika said...

Tumben dia senang tongkol bukan masak habang haruan?

*Melirik bang hai..msh kesel soal = nenek...

iqbal latif said...

Saya juga penyuka tongkol..atau lebih tepatnya penyuka ikan...atau lebih tepatnya lagi penyuka segala..he he


bundananda---->>>kalo yg kesel itu berarti merasa, bun!!!

iqbal latif said...

habang haruan itu apa ya mb??

Siska Rostika said...

Bumbu bali jg tp ikan gabus...

iqbal latif said...

boleh..boleh.. Ikan patin boleh juga...


*siang2 sdh ngomongin makanan*

Dinda Elefani said...

mahalllll

iqbal latif said...

lumayan besar tapi kok din.. g habis sekali makan.. :)

Siska Rostika said...

Kalo patin kurang pas. Itu lbh tepat dipepes. Atau dipindang...

iqbal latif said...

o-o..diapakan kalo g ikut masak kayake enak deh, mb sis.. He he..

-siap-siap kalo ke samarinda mau mampir biar dimasakin habng haruan-

ukhti hazimah said...

emang e lek nganggo klambi PNS regane dilarangno ta?

iqbal latif said...

nggak nganggo seragam PNS kok mb!!

ukhti hazimah said...

waduh, iyo iyo... ojo "histeris" ngono ta

iqbal latif said...

ini seperti iklan sebuah rokok yg meminta istrinya sabar tapi dengan nada tak sabar juga.. he he

ukhti hazimah said...

hehehehe...aku eroh iklan e, apiiiikkkk *dadi mbahas iklan*

akuAi Semangka said...

Wiih.. Ikan.

iqbal latif said...

ekspresinya kayak kucing saja...

akuAi Semangka said...

Justru hendak menjauhi ikan itu. Ikan adalah teman :D

iqbal latif said...

jiah... jadi ingat film tarzan yg diperanin alm Benyamin

Siska Rostika said...

Mas, soal iklan itu...knp aku ngerasa iklan itu kurang lengkap ya?

Dan kalimat: "jadi ikut ga sih ibu KAMU?"
Busyet dah.. ibu KAMU? Kalo itu ceritanya mereka suami istri, itu si suami termasuk klub sussis kyk dilagu sule... Hebat diKAMU-KAMUin gt ga marah..

iqbal latif said...

makanya, saya bercanda sama teman begini : "kalau istri sampai gt, suruh pulang saja!" he he

intan suri said...

makasih atas partisipasinya, langsung di locked ya, tidak boleh diedit lagi

iqbal latif said...

ok-ok...

desti . said...

sepotong berapa kilo?
ini FF,, berarti harganya juga fiksi

iqbal latif said...

harganya asli kok, desti. sepotong itu seiris. tapi tlalu bsr untuk sekali makan