Friday, November 26, 2010

jeda--,

Hanya gol dari sebuah tendangan penalti memang. Bukan juga ia yang berandil atas ditiupnya peluit tanda tendangan pinalti itu. Tapi lihatlah ekspresi lelaki itu, lihatlah bagaimana ia melakukan selebrasi atas keberhasilannya mekakukan eksekusi pinalti itu! ia berlari ke penjuru, ia berteriak kesenangan seakan melepaskan diri untuk mencapai sebuah kemerdekaan. Lalu terlentang. Kegembiraan seakan begitu menggejolak di dalamnya. Juga kelegaan. Selebrasi itu, kemudian diakhiri dengan manis oleh peluk selamat rekan sepermainan.

Lelaki itu, Wayne Rooney. Lelaki yang berlari kencang ke penjuru dengan raut gembira dan kepala dikibas-kibaskan itu Wayne Rooney. Tentu, ekspresi itu,  tercipta bukan hanya karena golnya lah yang kemudian menjadi penentu kemenangan timnya malam itu. Menjadi satu-satunya gol yang tercipta pada pertandingan MU kontra Rangers di match daya kelima liga Champion itu. Tapi, adalah fakta bahwa baru satu gol yang ia ciptakan di musim ini, itu pun dari titik pinalti, agaknya menjadi jawababn atas ‘berlebihannya’ ekspresi Rooney itu. Penantian panjangnya pun, pada akhirnya, tertuntaskan.

Semua bakalan setuju kalau Rooney bukanlah pemain bola kacangan. Ia pemain top jagad ini. Sudah banyak gol yang ia ciptakan di hampir semua level kompetisi. Maka, dengan catatannya yang mentereng itu, tidak menjadi istimewa lagi lah harusnya gol ke gawang Rangers itu. Toh itu hanyalah fase penyisihan grup yang boleh dibilang tak terlalu spesial. Apalagi, disarangkan ke gawang tim yang tak terlalu mentereng macam Rangers. Harusnya memang biasa-biasa saja.

Tapi gol itu spesial. Sesuatu yang kembali bisa kau lakukan setelah begitu lama tak mampu kau lakukan, selalu spesial. Ada energi tersendiri. Siapapun pelakunya. Tak terkecuali Rooney ini. Sebab musim lalu ia begitu gemilang, sebab musim lalu gol-gol begitu mudahnya lahir dari kaki dan kepalanya, maka ketika kran gol itu tiba-tiba mandeg di musim ini, ada kerinduan yang sangat akan spesialisasinya itu. Keadaan yang mungkin sedikit terlupakan saat itu sudah menjadi biasa, saat gol-gol begitu mudahnya ia cipta.

Sesuatu yang mulai menjadi biasa akan kembali spesial saat kau sejenak menjauh dari kebiasaan itu.

Mungkin begitu. Meski tak selalu dapat diterapkan di segalanya. Jika kau mulai bosan dengan suatu keadaan yang sebenarnya kau sukai mulanya, pergi saja! Pergi saja dari keadaan itu sejenak. Tentu saja bukan untuk menyingkir, hanya menghindar saja. Menghindar yang tak lama. Dan rasakanlah saat kerinduan itu kembali hadir mengetuk-ngetuk. Kerinduan untuk segera kembali dan tak berlama-lama. Kerinduan seperti rindunya Rooney untuk menciptakan gol lagi. Kerinduan itu, seperti tabiatnya, tak perlu kau nanti-nantikan datangnya. Ia akan segera hadir dengan sendirinya. Amat lancang.

Jeda. Itu lah mungkin sebutannya. Semacam koma untuk menarik napas dan melihat sekitaran, bukan titik yang mengakhiri kalimat. Koma yang mengharuskan untuk meneruskannya, bukan titik yang memberi alternatif untuk memberhentikannya. Jeda-jeda yang produktif pastinya. Jeda-jeda yang tak mubazir harusnya.

 

39 comments:

Romi :. said...

koma,

Pemikir Ulung said...

kaya salah satu edisi tarbawi

sejenak merasa ini adalah site orang lain, karena membicarakan sepak bola, karena template-nya yang sama

Pemikir Ulung said...

eh rom..tumben ga paracetamol..

antung apriana said...

Kirain mau bahas bola td :d

Teguh Rasyid said...

saya juga sedang butuh jeda...

al fajr "fajar" said...

wehehehe......
kaya "ujung lautan" kae..

ah, iyo.. mungkin "jeda" yang sedang dibutuhkan..

iqbal latif said...

ok....kalaa\u gt lanjutkan!

iqbal latif said...

iya kah??


lama g beli tarbawi

iqbal latif said...

mbahas bola kan?? he he

iqbal latif said...

silakan! segera kembali ya?

iqbal latif said...

ujung lautan??

apa itu?

al fajr "fajar" said...

tulisan temen sing tacopas di jurnal

iqbal latif said...

uow..seng aku komen pisan iku ta??

al fajr "fajar" said...

hooh

Pemikir Ulung said...

tentang jeda ini memang adanya di tarbawi edisi lamaaa sekali

iqbal latif said...

hihi

al fajr "fajar" said...

he'em,, aku kelingan banget edisi iku..

iqbal latif said...

uow....

tulisan tentang ini banyak sekali kok memang....



hanya pas nonton MU kemaren sempat heran saja dengan ekspresi rooney yg begitu luar biasa... aq sdh puluhan kali ngelihat rooney ngegolin, tp g pernah seheboh ini

iqbal latif said...

aku sekarang beli tarbawinya malah pas nungguin cuci motor..hu hu

Pemikir Ulung said...

kelingan apa si bu?
aku taunya keling=item, jadi kelingan=iteman, alias terlihat lebih hitam, hohoho

al fajr "fajar" said...

kelingan ki teringat

iqbal latif said...

ha ha....


ada lagi..keleng-keleng

Pemikir Ulung said...

aku dari dulu sampe sekarang gapernah beli tarbawi dong..*ceritanya pamer*

tapi punya bundel 10 edisi pertama..dan saya begitu mencintainya!!

Pemikir Ulung said...

oo..aku takut ketuker..kelingan itu ada di salah satu lagunya sony jos, hehe, kalo ga salah yang judulnya sri minggat :p

iqbal latif said...

biasanya yg pertama itu yang oke ya?


--bisa dipinjem--

Pemikir Ulung said...

baguslah kalian pada komen bahasa jawa aja..itung-itung ngajarin aku..bapakku pasti senang sekali :D

iqbal latif said...

harusnya itu di keluarga pakai bahasa ibu....

kalau keluarga jawa ngajarin anaknya bahasa jawa...nanti, pada saatnya, saat ia sekolah, ia akan belajar bhs indo dengan sendirinya...

Pemikir Ulung said...

http://pemikirulung.multiply.com/journal/item/299 promosi lagi, hehe

menurut saya sih bagus

itu pernyataan atau pertanyaan?

Pemikir Ulung said...

ibu saya tidak berbahasa jawa soalnya. sekian dan terima kasih

al fajr "fajar" said...

dirimu ro tukang ojek wae nggo bahasa indonesia..
ckckck

iqbal latif said...

mw nya pertanyaan... tp g mungkin juga..makanya jd begitu

iqbal latif said...

ha ha... terus tak ajak omong2an boso jowo lo wonge...

Pemikir Ulung said...

iya..ribet banget minjem buku sampe nyebrang pulau

nitip beli aja, mau?
*sebenernya mau minjemin asal ongkos kirim bolak/ik ditanggung, hoho*

iqbal latif said...

bs dipertimbangkan nanti....


saya sedang merasa berdosa menumpuk buku tapi belum tak baca2 :)

Pemikir Ulung said...

kalopun mau dicari peluangnya pas islamic bukfer, di jakarta bulan maret nanti, kalo emang mau nitip bilang aja, mudah-mudahan tarbawi buka stand

iqbal latif said...

pengen dateng sendiri ke IBF... duh sudah ngimpiin bs ke sana sejak kuliah.....


Pemikir Ulung said...

ah, lagi-lagi mengingatkanku pada seseorang..orang yang sama

sok aja kalo begitu..jadwalnya masih maret, bisa direncanakan dari sekarang :D

IBF, I for islamic kan? bukan for indonesia? kalo indonesia sekitar oktober soale

iqbal latif said...

I untuk dua2nya sama2 diingini.. he he


kemaren pas dinas ke sekitaran jakarta cm berselisih seminggu dengan gelaran ibf yg indonesia... hmm...belum beruntung

yasir burhani said...

dan ternyata jeda tu berlaku jg dalam urusan ibadah sekalipun. seperti yg rasulullah sabdakan, "Likulli amalin syirratun, walikulli stirratun fatrah." Maka Rasul memberi resep, "Siapa yg pada saat jedanya itu tetap berada di atas sunnahku, maka dia sungguh beruntung. :)